Informasi Unik dan Menarik

Responsive Ads Here

Senin, 04 Desember 2017

Kenali Risiko dan Manfaat Investasi Reksadana

Kenali Risiko dan Manfaat Investasi Reksadana

Dalam dunia investasi lazimnya dikenal konsep high risk - high return dan low risk – low return artinya semakin besar keuntungan yang diharapkan investor, semakin besar pula risiko yang harus di tanggung.

Tidak berbeda dengan jenis investasi lainnya, Reksadana sebagai salah satu instrumen investasi di pasar modal juga memiliki keuntungan dan juga risiko. Oleh sebab itu investor Reksadana sebaiknya memahami profil risiko diri sendiri dan risiko yang terdapat di Reksadana sebelum memulai berinvestasi. Dan inilah manfaat sekaligus keuntungan dalam memilih reksadana sebagai sarana investasi:

1. Dikelola oleh manajemen profesional

Manager Investasi ( MI ) merupakan manajemen profesional yang memiliki keahlian khusus dalam bidang pengelolaan dana. Perannya sangat penting karena mereka melayani para investor yang hanya memiliki keterbatasan waktu dan tidak dapat melakukan riset terhadap perusahaan dan investasinya secara langsung untuk menganalisis harga efek dan akses informasi ke pasar modal.

2. Diversifikasi investasi menurunkan risiko yang mungkin terjadi

Reksadana merupakan jenis investasi yang tidak hanya terfokus pada satu investasi pada satu perusahaan. Ini jelas akan mengurangi risiko yang ada dalam risiko tersebut meski tidak dapat menghilangkannya. Dengan kata lain risiko yang ada tidak terpusat pada satu jenis investasi tetapi tersebar. Perlu diingat bahwa risiko ada dua jenis yaitu risiko gain dan risiko loss. Bila reksadana anda menempatkan dana investasi di 20 perusahaan dan 3 diantaranya mengalami risiko loss, investor tidak perlu khawatir sebab ada kemungkinan belasan perusahaan lainnya mungkin tidak mengalami kerugian atau justru mengalami risiko gain.

3. Transparansi informasi

Jenis investasi ini jelas memberikan informasi perkembangan portofolio serta biaya secara berkelanjutan. Hal ini dilakukan supaya pemegang Unit Penyertaan bisa memantau keuntungan, biaya, serta risiko setiap saat. MI selaku pengelola reksadana juga wajib mengumumkan Nilai Aktiva Bersih setiap hari di surat kabar dan menerbitkan laporan keuangan tengah tahunan dan tahunan juga prospektus yang dilakukan secara teratur. Dengan adanya transparansi informasi ini, para investor juga dapat memonitor perkembangan investasinya secara rutin.

4. Likuiditas tinggi

Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya. Semakin perusahaan memiliki likuiditas yang tinggi, semakin perusahaan tersebut dapat dipercaya karena kemampuannya membayar kewajiban jangka pendek sangat baik. Dengan likuiditas yang tinggi, investor dapat mencairkan kembali Unit Penyertaannya setiap saat sesuai dengan ketetapan yang dibuat masing-masing reksadana.

5. Biaya Rendah

Reksadana dikenal sebagai himpunan banyak pemodal dan dikelola secara profesional. Sejalan dengan besarnya kemampuan melakukan investasi tersebut maka akan menghasilkan biaya transaksi yang efisien pula. Biaya transaksinya akan jauh lebih rendah dibandingkan dengan investor yang melakukan investasi secara langsung di bursa efek.

6. Potensi Return yang Tinggi

Reksadana merupakan alternatif investasi yang keuntungannya dapat dinikmati dalam jangka panjang dan sangat cocok bila dijadikan alternatif investasi yang menjamin investor dalam mempersiapkan masa pensiun, mempersiapkan dana pendidikan, dan berbagai rencana jangka panjang lainnya.

7. Lebih Aman

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa tingkat risiko reksadana tergolong rendah, maka hal ini jelas memberikan keamanan yang lebih baik bagi para investor dibandingkan dengan investasi yang dilakukan secara individu dan langsung di bursa efek. Dana investasi yang disetor juga tidak dipegang langsung oleh perusahaan MI tetapi dititipkan pada rekening bank khusus yang dikenal sebagai bank kustodian.

Baca Juga : Mengenal Investasi Reksadana

Berikut adalah beberapa risiko yang dapat muncul di Reksa Dana :

1. Risiko berkurangnya nilai Unit Penyertaan

Risiko ini merupakan risiko utama dalam berinvestasi di Reksadana. Berkurangnya jumlah Unit Penyertaan Anda pada sebuah Reksadana terjadi karena adanya fluktuasi dari harga aset-aset atau efek pada Reksadana tersebut.

2. Risiko Likuiditas

Adalah risiko dimana manajer investasi tidak dapat dengan segera melunasi transaksi penjualan kembali unit penyertaan Reksa Dana Anda. Untuk mengurangi risiko itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengatur bahwa manajer investasi harus melunasi seluruh transaksi penjualan kembali paling lambat 7 hari bursa dari transaksi Anda. Oleh karena itu, ingatlah selalu untuk menghitung mundur waktu proses pencairan Anda agar uang Anda dapat cair tepat pada waktunya. Akan tetapi, dalam kondisi luar biasa (force majeure) atau kejadian-kejadian di luar kekuasaan Manajer Investasi, baik yang dapat maupun tidak dapat diperkirakan sebelumnya, proses transaksi penjualan kembali dapat dihentikan untuk sementara.

3. Risiko Kredit

Risiko yang timbul pada efek hutang dan instrumen pasar uang karena penerbit utang-utang tersebut tidak mampu untuk memenuhi kewajibannya dalam membayar utangnya, atau yang disebut dengan wanprestasi. Hal ini tentunya akan mempengaruhi aset Reksadana sehingga hasil investasi Anda akan berkurang.

4. Risiko berkurangnya nilai tukar mata uang asing

Nilai kekayaan Reksadana yang ditanamkan pada efek ekuitas dan efek hutang serta instrumen pasar uang dalam mata uang asing berkurang karena perubahan nilai tukar.

5. Risiko Politik dan Ekonomi

Kondisi ekonomi dan politik juga dapat mempengaruhi kinerja efek pasar modal yang tentunya juga akan mempengaruhi kinerja dari Reksadana.

6. Risiko Perubahan Peraturan dan Perpajakan

Setiap perubahan peraturan regulator/pemerintah yang memiliki dampak terhadap Reksadana juga akan mempengaruhi kinerja dari sebuah Reksadana.

7. Risiko Pembubaran dan Likuidasi

Reksadana juga dapat dibubarkan dan dilikuidasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Salah satu kelebihan dari Reksadana yaitu dikelola oleh Manajer Investasi yang kompeten dibidangnya. Dengan kemampuan analisa fundamental dan teknikal, risiko-risiko yang dapat muncul diatas dijadikan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan strategi investasi Reksadana. Dengan kata lain, risiko akan lebih terukur sehingga potensi imbal hasil Reksadana akan lebih optimal.

Untuk lebih memahami risiko yang dapat muncul dari sebuah produk Reksadana, investor diwajibkan untuk membaca dan memahami prospektus dari Reksadana yang akan menjadi pilihan investasinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar