Informasi Unik dan Menarik

Responsive Ads Here

Selasa, 28 November 2017

Mengenal Investasi Reksadana

Mengenal Investasi Reksadana

Kita pasti sering mendengar dan menemui istilah Reksadana, tapi mungkin di antara Anda ada yang belum mengetahui definisinya. Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.”

Reksadana merupakan instrumen investasi yang terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan ), serta manajer investasi yang mengelolanya juga terdaftar dan diawasi oleh OJK. Jadi Anda tidak perlu khawatir dana Anda akan hilang. Namun sebelum berinvestasi di Reksadana ada baiknya Anda mengetahui panduan awal berinvestasi berikut ini.

1. Tentukan Tujuan Investasi Anda

Sebelum memulai berinvestasi, Anda perlu mengetahui apa sebenarnya tujuan investasi Anda. Tujuan Investasi bisa menjadi motivasi Anda dalam menjalankan investasi karena setiap tujuan investasi mempunyai jangka waktu dan profil risiko yang berbeda, sehingga instrumen investasinya pun harus disesuaikan. Tujuan Investasi ini nantinya dapat menjadi patokan dalam menentukan reksadana yang cocok bagi Anda setelah mengetahui jangka waktu investasi dan juga profil risiko Anda.

2. Kenali Risiko Profil Anda

Tergantung dari jenisnya, reksadana memiliki profil risiko yang berbeda-beda. Karena itu untuk memilih reksadana yang sesuai dengan Anda sangat penting untuk mengenali profil risiko Anda terlebih dahulu. Profil atau toleransi risiko adalah kemampuan dan ‘kerelaan’ investor untuk menerima kemungkinan atas kehilangan sebagian atau seluruh pokok investasi demi meraih potensi imbal hasil yang lebih besar. Seorang investor dengan profil risiko agresif cenderung memiliki toleransi risiko yang tinggi, yang mungkin berani kehilangan sebagian besar uangnya demi mengejar imbal hasil yang lebih tinggi. Di sisi lain, seorang investor dengan profil risiko konservatif cenderung akan memilih investasi yang mempertahankan pokok investasinya. Untuk itu, Anda perlu mengenali profil risiko yang sesuai dengan Anda.

3. Tentukan Lebih Dulu Jangka Waktu Investasi

Setelah Anda mengenali profil risiko, selanjutnya Anda dapat menentukan jangka waktu investasi yang sesuai dengan profil risiko Anda. Investasi reksadana membutuhkan jangka waktu yang berbeda-beda. Ada yang kurang dari setahun, 1-3 tahun. 3-5 tahun, bahkan ada yang lebih dari 5 tahun. Bila jangka waktu investasi Anda kurang dari setahun, Anda bisa memilih reksa dana pasar uang yang hanya berinvestasi pada instrumen pasar uang seperti deposito, sehingga risikonya pun lebih rendah, dan cenderung stabil. Untuk jangka waktu 1-3 tahun, Anda dapat berinvestasi pada reksa dana pendapatan tetap. Sementara itu, untuk jangka waktu 3-5 tahun, Anda dapat berinvestasi pada reksa dana campuran. Terakhir, bila Anda menginginkan investasi lebih dari 5 tahun, maka reksa dana saham bisa menjadi pilihan untuk Anda. Perlu diperhatikan bahwa jangka waktu investasi ini hanya merupakan panduan umum. Untuk mulai berinvestasi, Anda tetap harus terlebih dahulu mengenal profil risiko Anda.

4. Carilah Manajer Investasi Terpercaya

Perusahaan manajemen investasi atau kerap disebut manajer investasi adalah pihak yang mengelola dan menginvestasikan dana masyarakat yang telah terkumpul, ke dalam berbagai instrumen investasi, dalam bentuk reksadana. Untuk menghasilkan reksadana terbaik, Manajer Investasi akan berupaya untuk mengelola berdasarkan analisa keuangan dan analisa pasar secara menyeluruh. Perusahaan manajer investasi yang mempunyai reputasi baik umumnya memiliki tim investasi yang lengkap serta proses investasi yang terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan.

5. Gali Informasi Bagaimana Proses Uang Anda Diinvestasikan

Keterangan tertulis dan terperinci seperti yang tertulis di prospektus reksadana, dapat memberikan informasi bagaimana proses uang Anda diinvestasikan, siapa yang mengelola investasi nya dan informasi lain mengenai produk secara lebih detail. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu Anda untuk memutuskan apakah produk tersebut sesuai dengan yang Anda harapkan. Untuk mengetahui kinerja historis dan rangkuman mengenai produk reksa dana tertentu, anda dapat membaca Fund Fact Sheet dan Product Card reksadana tersebut.

6. Kenali dan Periksa Biaya-Biaya Reksadana

Saat berinvestasi di reksadana, ada beberapa biaya-biaya yang dikenakan kepada investor diantaranya biaya pembelian unit penyertaan (subscription fee), biaya penjualan kembali unit penyertaan (redemption fee), biaya pengalihan unit penyertaan (switching fee), dan biaya transfer bank terkait.
Secara garis besar, biaya pembelian (subscription fee) akan dikenakan saat Anda melakukan pembelian unit penyertaan reksadana. Kemudian, biaya penjualan kembali (redemption fee) adalah biaya yang dikenakan pada saat anda menjual kembali unit penyertaan reksadana (mencairkan investasi) yang dimiliki. Sementara itu, biaya pengalihan (switching fee) adalah biaya transaksi untuk mengalihkan dari reksadana yang satu ke reksadana lainnya, yang dikelola oleh manajer investasi yang sama. Untuk biaya-biaya ini, besarnya bervariasi dan ditetapkan oleh agen penjual efek reksadana yang bersangkutan, namun Anda juga harus memastikan bahwa biaya tersebut tidak melampaui apa yang sudah tertulis di dalam prospektus.

7. Tentukan Dimana Anda Akan Membeli Reksadana

Produk reksadana bisa anda beli melalui Manajer Investasi langsung ataupun melalui agen-agen penjualan yang bekerjasama dengan Manajer Investasi. Sekarang ini sudah banyak agen penjual reksadana online, pilihlah yang menurut anda paling nyaman untuk membeli reksadana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar